Selling a WAR CHEST rather then a piece of Pencil
Di era tahun 2000 an, tugas gue adalah menjual pensil, bagaimana supaya pensil yang gue jual ini bisa laku, bahkan bisa mengalahkan kompetitor nya yang waktu itu sudah sangat terkenal di Indonesia , gue kasih judul aja si " S " yang gue lakukan waktu itu adalah keliling ke pusat grosir, tanya2 bos minta masukkan dong bagaimana supaya pensil gue laku nih ? Bagaimana supaya penghapus gue laku nih ? Apa yang gue dapet, udah lah luh pulang aja yang laku merk " S " , sakit hati gue ..... Ga putus asa , gue ke sekolah , gue observasi bagaimana perilaku konsumen dalam menggunakan pensil ? adapun jawaban yang gue perolah dari hasil observasi gue adalah siswa SD menggunakan pensil sampai kelas 2, mereka mulai diperkenalkan pensil sejak Taman Kanak Kanak ( jadi saat berusia 4 tahun ) , pensil yang mereka gunakan untuk menulis. Setelah itu mereka pakai pensil lagi saat kelas 6, kelas 9 dan kelas 12 saat mereka UJIAN ( AHA ... gue dapet sesuatu yang menarik disini ) Then gue...